Berikut 6 Fakta Pembalut Wanita Sekali Pakai

Berikut 6 Fakta Pembalut Wanita Sekali Pakai. Kemajuan teknologi menjadikan orang berkeinginan yang praktis saja. Bahkan soal pembalut saja, para wanita juga berkeinginan yang praktis. Mereka tanpa berfikir panjang akan dampak yang dihasilkan. Padahal jika ditelisik lebih dalam, penggunaan pembalut wanita yang instan banyak sekali dampaknya.

Fakta pembalut wanita sekali pakai
Fakta pembalut wanita sekali pakai

Kalau ditengok pada sejarah pembalut wanita, memang sih sekarang ini eranya pembalut instan. Banyak beredar di pasaran pembalut yang dibuat secara instan. Sekali paki langsung buang yes. Namun sayangnya, orang merasa bangga telah memakai pembalut tersebut pada saat mengalami haid atau menstruasi.

Lantas apa sih fakta pembalut wanita sekali pakai?

  1. Ada beberapa pembalut wanita yang tidak menggunakan bahan dasar kapas 100%. Biasanya banyak dicampur dengan plastik ataupun bahan baku nilon.
  2. Ada beberapa pembalut wanita yang menggunakan bahan baku kertas bekas dan serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang untuk dijadikan bahan dasar pembalut. Ini sebenarnya cara perusahaan untuk meminimalkan ongkos produksi dan memperbanyak keuntungan.
  3. Bahan baku pembalut wanita didaur ulang dari kertas koran, kardus, dan karton bekas yang penuh dengan bakteri, kuman dan bau. Biasanya diberikan pemutih dan pewangi agar tidak tampak kalau daur ulang.
  4. Dalam proses daur ulang, banyak bahan kimia yang digunakan termasuk di dalamnya adalah pemutih. Kandungan ini sering disebut sebagai DIOXIN, yang merupakan bahan kimia berbahaya bagi tubuh. Kanker serviks adalah salah satu penyebab DIOXIN beroperasi pada pembalut yang digunakan oleh para wanita.
  5. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat 107 bakteri per milimeter persegi ditemukan di dalam pembalut wanita sekali pakai. Inilah mengapa bisa dikatakan bahwa pembalut wanita sekali pakai menjadi sumber dan sarang berkembangnya bakteri merugikan.
  6. Pembalut wanita, bisa dikategrisasikan sebagai produk konsumen cepat saji. Maka dari itu, para produsen pembalut wanita kerap mendaur ulang bahan sampah kertas bekas sebagai bahan dasar pembuatan pembalut. Alasan prioritasnya adalah untuk menghemat biaya produksi.

Faktanya sampai hari ini, banyak wanita dan perempuan yang tidak mengetahui proses pembuatan pembalut hingga dampak yang dihasilkan. Pertimbangan yang biasa digunakan oleh para wanita adalah. Mereka membeli pembalut wanita sekali pakai dengan harga yang murah, cepat, dan nyaman dipakai. Mereka sama sekali tidak pernah berfikir akan resiko yang akan dihadapi bila menggunakan pembalut sekali pakai ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *